sebermula adalah tatapan
kemudian menjelma senyuman
setelahnya adalah kata-kata
yang akhirnya menyulam hati, kita
lalu kita mengawali perjalanan
menempuh musim menanggalkan dedaunan
melintasi bumi yang masih memendam setia
dan langit membayang buram menua
menumpang angin dalam ruang hampa udara, kita
ditepi terik sang surya tak henti menyulut tubuh kita
dan mengenyam gerimis meloncat tiba-tiba menampar wajah kita
ditingkahi segala perubahan cuaca, kita
tak terduga kau berkata: aku ingin kembali ke pangkal jalan
aku terperanjat, begini kataku: kita hampir tiba di ujung jalan
kau bungkam membatu, aku membisu, kita diam lupa bahasa
lalu kita memulai percakapan tanpa kata-kata
entah karena apa senyum tersembelih
tatapan mata menyirat letih
hingga menjelang tiba jalanan menjelma bara
sewaktu henti aku tersadar kita telah tiada